Hei...
Lihatlah, aku yang berada dalam khayalmu
Dengarlah, aku bernyanyi untukmu
Rasakanlah, aku masukkanmu dalam anganku
Sapalah aku dalam duniamu
Karena aku datang untuk menjadikanmu benar-benar nyata
Lalu...kamu tau?
Kau membangunkanku dari tidur siangku
Tidur yang tak benar-benar bermimpi
Karena nafasmu begitu nyata dihadapanku
Lalu kau membawaku bersama sayapmu
Lalu tempat itu menjadi materai kita
Jari bekumu meleleh ketika berkepang bersama jari ini
Lalu embunmu menyamarkan kaca bening dihadapan kita
Kalimat tebata-batamu membuka naskah drama
Yang lalu aku jawab
Dan setelahnya, jadilah drama
Kau perankan tokoh dalam naskah, lalu kau menjadikanku lawanmu
Aku terima tawaranmu dan kujalani dengan percaya diri
Tapi...kau berperan semaumu tanpa memikirkan lawan mainmu
Kini aku tokoh yang berperan sendiri, tak percaya diri
Karena lawanku malarikan diri tak mau mengerti
Akankah kau melanjutkan peran ini?
Dan aku berdiam diri, menunggu kepastian ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar